0

#Catatan

Untuk apa yang terjadi hari ini…

Hidup bagaikan sebuah lembaran yang menunggu warna-warni untuk membuatnya lebih indah.

Kita dilahikan dengan lembaran putuh yang bersih.diantara mereka ada yang merubahnya menjadi hutam, ada pula yang menjaganya tetap putih. Sedikit sekali orang yang mewarnai lembaran mereka dengan warna kehidupan.

Mari kita berjalan mengelilingi warna-warna kehidupan di sekeliling kita. Warna-warna yang tidak biasa seperti yang lainnya.

Warnailah hidupmu dengan warna OPTIMIS, KESENANGAN, dan KEBAHAGIAAN.

Betapa indahnya hidup dengan warna yang jauh dari hitam dan gelap.

Ketika kamu melewati kesempitan, jangan bersedih dan mengasingkan diri dalam kesedihan.

Hancurkanlah pengasinganmu dan mulailah mewarnai hidupmu dengan kesenangn.

Ketika kamu menghiasi hidupmu, ingatlah seseorang yang kamu cintai dan muliakan.

Ingatlah segala hal yang menyenagkan, saat bersamanya..

Didekatnya..

Mulailah melukiskan lembaran yang indah dalam anganmu, yang dipenuhi persaan indah dan hangat…

Kamu akan tersenyum tanpa merasakannya…

Ketika kamu mengalami kegagalan dalam usahamu, jangan berhenti dan membiarkan kegagalan itu membelenggu dirimu.

Robeklah belenggu itu! Dan mulailah melukis lembaran keberhasilan dengan warna kegagalanmu.

Ketika orang lain menyakitimu dan melukai hatimu, janganlah menodai hati dengan perasaan dendam…

Hapuslah kejelekannya dengan warna toleransi.

Saat kamu bosan,  janganla duduk dengan meletakkan tangan di pipimu..

Nyalakan hidupmu, bahkan semua orang di sekelilingmu dengan warna pembaharuan…

Rubahlah duniamu dengan dipenuhi warna terang untuk memperbaharui langitmu..

Kamu telah berubah……

Banjirilah langit dengan warna-warna dan terangnya yang elok.

Ketika hidupmu didobrak oleh keadaan-keadaan yang sulit dan kamu ditinggalkan dihadapannya dengan keadaan yang lemah dan lesu..

Ketika kamu menutupi kebahagiaan dan membuka hidupmu yang dipenuhi dengan kesedihan..

Ketika kehidupan kejam terhadapmu, kesedihan dan kepediah menahanmu..

Pada hal-hal tersebut, janganlah kamu berhanti dan mengunci pntu-pintu dirimu serta mengenakan baju yang hitam..

Lihatlah hidup dari jendela yang berwarna..

Kamu akan dapati dunia ini luas, silau, dan indah.

Kamu akan dapati kehidupan yang hebat dengan semua warna-warna di setiap harinya..

Ia adalah lembaran dari lembara-lembaran hidup kita..

Lembaran hidupmu saja!

Pilihlah warna-warnannya dan bersenang-senanglah..

Janganlah kamu tinggalkan keadaan dan orang-orang yang akan mempengaruhi warnanya..

Niscaya ia akan merusak keindahan warna-warna.

Maka kehidupan kita semua adalah lembaran yang tidak akan sempurna kecuali dengan perjalanan kita!

Maka, pilihlah warna-warna yang indah untuk melukisnya dan memperindahnya supaya orang lain setelah kita dapat melihatnya…

tumblr_lisi6vv9ev1qdbbywo1_500

Dikutip dari La Tahzan for Women; Jangan Bersedih Wahai Muslimah, Nikmatilah Hidupmu! – BAB: Warnailah Hidup dengan Optimis, Kesenangan dan Kebahagiaan. Karya: Nabil bin Muhammad Mahmud.

0

#Pengingat: SHALAT KETIKA DADA TERASA SEMPIT

Shalat merupakan penyejuk mata, membawa kebahagiaan, dan kegembiraan.

Benarlah bila shalat bagi suatu kamu merupakan ketenangan dan ketentraman. Shalat membawa rasa aman dan damai, bahkan ia merupakan kenikmatan yang luar biasa., kesenangan yang banyak, sehinngga Nabi Muhammad SAW bersabda, “dan dijadikan bagiku yang dapat menyejukkan pandanganku dalam shalat.” (HR. Ahmad dalam musnadnya no. 13758 dengan sanad hasan).

Suatu ketika orang-orang mulia terdahulu dikelilingi malapetaka. Lalu mereka mendirikan shalat, maka ALLAH SWT pun segera menghilangkan malapetaka atas diri mereka.

Terjadi pula sejarah kaum Afdzadz, ketika mereka dirundung masalah, dan wajah mereka terlihat murung. Lalu mereka segera mendirikan shalat dengan khusyuk. Maka kekuatan, keinginan, dan semangat mereka kembali berkobar.

Shalat khauf diwajibkan untuk melewati masa yang genting. Tatkala korban berjatuhan, hilangnya nyawa dengan tepasan pedang tajam, maka yang paling kokoh dan mendatangkan ketenangan hanyalah shalat yang khusyuk.

Shalat merupakan penolong yang tak pernah luntur, bekal yang tak pernah berkurang, penolong untuk memperbaharui kekuatan, dan bekal untuk kebutuhan hati.

Bila kita renungkan. Shalat lima waktu yang dilaksanakan sehari semalam merupakan lautan keagungan dan kenikmatan. Shalat merupakan penghapus dosa dan pengangkat derajat disisi ALLAH SWT. Shalat merupakan obat yang ampuh bagi setiap tragedi yang menimpa, obat mujarab bagi setiap penyakit, penuang kesucian keyakinan diri dan memenuhi ruang dengan keridhaan.

Adapun mereka yang jauh dari mesjid dan suka meninggalkan shalat, maka keruhlah kehidupan mereka. Jika senantiasa diselimuti kesedihan dari satu kesulitan pada kesulitan yang lain, sebagimana firman ALLAH SWT, “dan orang-orang yang kafir, maka celakalah mereka, dan ALLAH menghapus segala amalnya.” (QS. Muhammad [47]: 8).

Shalat merupakan ruh dan embun kesegaran, dan tempat berteduh ketika hijrah. Shalat merupakan sentuhan lembut bagi hati yang lelah dan bakhil. Shalat juga merupakan bekal perjalanan dan sebagai support bagi jiwa.

Shalat dapat menghidupkan hati, membuka hati, pengikat ikatan, memudahkan urusan, pemberi cahaya, melahirkan kemuliaan, penghibur, ketenangan, dan kedamaian.

Shalat merupakan kediaman bagi hati, ketenangan jiwa, rasa amansaat dating rasa takut yang tiba-tiba, sebagai pengokoh setelah rasa takut dan bimbang. Sebagaimana dirasakan Urwah bin Zubair ketika terkena kanker kulit pada kakinya. Para tabib mengisyaratkan untuk memotong kakinya agar penyakit tersebut tidak menyebar keseluruh tubuh.

Maka ia pun mendekatkan diri kepada ALLAH SWT. Pada saat itulah mereka memotong kulitnya dengan pisau, memotong tulangnya dengan gergaji, namun ia khusyuk tanpa berpaling. Kemudian kakinya dimasukkan dalam minyak panas yang dipakai untuk mengeringkan lukanya. Setelah satu jam lamanya, ia pun selesai dari shalat dan bertanya, “apakah kalian sudah selesai?”

Itulah shalat yang dapat menghilangkan kesedihan, melapangkan dada, dan mengikatkan diri dengan ALLAH SWT. Shalat bukan bukan sekedar ucapan yang dilantunkan lidah, tanpa pemahaman akal, dan tanpa khusyuk dalam hati. Shalat bukan pula gerakan yang dilakukan anggota tubuh belaka, bukan seperti shalat orang-orang yang tergesa-gesa, begitu cepat seperti patukan ayam.

Shalat yang dilakukan orang-orang shaleh seperti Abu Muslim Al-Khaulani atau Ibrahim At-Taimi inilah, shalat yang dapat menghilangkan kesedihan. Sampai-sampai ketika sujud dan hinggaplah burung dipunggungnya, ia seperti batang pohon. Atau Abdullah bin Zubair, ketika sujud hinggaplah burung-burung di punggungnya dan burung-burung itu mengira ranting pohon.

Shalat yang dapat menghilangkan kesedihan. Seperti shalat Hatim bin Al-Asham, yang ditanya, “bagaimana Anda Shalat?, Ia menjawab, “aki tunaikan perintah, berjalan dengan tenang, memasukkan niat, mengagungkan-Nya, membaca dengan tartil, ruku dengan khusyuk, sujud dengan tawadhu’, mengucapkan salam dengan sunnah, dan aku serahlan shalat itu dengan ikhlas kepada ALLAH SWT. Dan aku pun merasa takut, bila shalatku tidak diterima.”

Maka benar dalam mendirikan shalat, niscaya Dia akan menghilangkan segala kesedihan, dan membaguskan derajad Anda di akhirat.

sujud-shalat-2

(Dikutip dari: La Tahzan for Women, Karya Nabil bin Muhammad Mahmud)

0

#Catatan

Banyak orang yang nemutup akun Facebook (FB)-nya karena beberapa alas an, dan saya tidak terpikirkan untuk menutup akun FB saya. Alasannya adalah dengan FB kita bisa menemukan teman lama/teman masa kecil/ teman dekat lainnya yang ingin kita temui atau untuk menjalin hubungan komunikasi. Dan kejadian semalam semakin mengurungkan niat saya untuk tidak men-nonaktif-kan akun FB saya.

Semalam saya “bertemu” dengan teman masa kecil saya/tetangga saya/teman main saya di FB. Walaupun hanya “bertemu” di FB, tapi rasanya senang sekali.

Namanya Gusde. Dulu kita tinggal di komleks perumahan yang sama. Bersekolah di Sekolah Dasar (SD) yang sama (walupun dia adik kelas saya), selalu main bersama, dan kakaknya, Niten, adalah sahabat perempuan saya satu-satunya saat masih kecil. Kita tinggal sekomples dari kelas 2 SD sampai kelas 2 SMP. Karena orang tua kita pindah tempat tugas (Saya dan keluarga ke Sulawesi Tenggara, dia dan keluarganya ke Bali) kita jadi benar-benar “lost contact” sejak saat itu. Kita tidak pernah saling berhubungan satu sama lain, bahkan melalui telepon.

Dari percakapan melalui “chatting” FB, sekarang dia sedang pendidikan Akademi Militer di Magelang. Sudah 4 tahun, tinggal beberapa bulan lagi dia bakal resmi jadi Perwira TNI-AD. Saat dengar itu rasanya ikutan senang karena salah satu sahabat masa kecil saya telah sukses apalagi ngikutin jejak Ayahnya yang juga seorang Tentara Nasional Indonesia – Angkatan Darat. Dilihat dari foto-foto FB nya, dia tampak berubah (yailah kan sudah gede…hehe), makin gagah, apalagi dengan pakaian militernya.

Sebenarnya tentang dirinya saya tidak begitu penasaran, yang saya ingin tahu adalah kabar sahabat saya yang tidak lain adalah kakak kandunnya, yaitu Niten. Dari chatting singkat semalam, keadaan Niten bak-baik saja. Sekarang dia masih di Bali dan masih kuliah. Kata Gusde, dia lagi kuliah buat jadi guru🙂 Oh…berarti Niten calon guru..🙂. Pas dengar itu, saya senang sekali. Kabar dan kehidupannya baik-baik saja (……… emg yg selama ini yg ada dipikiran lo kehidupannya hancur??? Lol kidding). Awalnya saya kira Niten sudah menikah, ternya belum juga (sama kayak eike😛 ). hmm..

Sayangnya informasi yang saya dapatkan dari dia tentang Niten sangat sedikit. Pengen nanya lebih banyak lagi, tapi kebanyakan nanya, takutnya sok akrab (soalnya baru ketemu lagi setelah berbelas2 tahun). Jadi saya memutuskan untuk menanyakannya lagi lain kali jika ada kesempatan. Nama FB nya itu yang utama yang saya pengen tahu supaya bisa liat gimana wujud Niten yang sekarang. Soalnya selama ini gambaran Niten yang ada di dalam pikiranku masih yang versi kecilnya hehe🙂

Daaaan.. semoga dengan FB, kita dapat bekomunikasi dengan orang lain yang ingin kita temui walupun kita tidak bisa bertemu secara langsung. Atau, mungkin dengan FB, kita bisa bertemu secara langsung dengan orangnya.🙂

0

GANGGUAN KECEMASAN (Anxiety Disorder)

>> Pengertian Kecemasan:

Pada dasarnya, kecemasan merupakan hal wajar yang pernah dialami oleh setiap manusia. Kecemasan sudah dianggap sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Kecemasan adalah suatu perasaan yang sifatnya umum, dimana seseorang merasa ketakutan atau kehilangan kepercayaan diri yang tidak jelas asal maupun wujudnya (Sutardjo Wiramihardja, 2005)

Kecemasan adalah sesuatu yang menimpa hamper setiap orang pada waktu tertentu dalam kehidupannya. Kecemasan merupakan reaksi normal terhadap situasi yang menekan kehidupan seseorang. Kcemasan bias muncul sendiri atau bergabung dengan gejala-gejala lain dari berbagai gangguan emosi (Savitri, 2003).

Kecemasan merupakan respon terhadap situasi tertentu yang mengancam, dan merupakan hal yang normal terjadi menyertai perkembangan, perubahan, pengalamn baru atau yang belum pernah dilakukan, serta dalam menemukan identitas diri dan arti hidup. Kecemasan adalah reaksi yang dapat dialami siapapun, namun cemas yang berlebihan apalagi yang sudah menjadi gangguan akan menghambat fungsi seseorang dalam kehidupannya (Kaplan, dkk, 2007).

Kecemasan merupakan suatu perasaan subjektif mengenai ketegangan mental yang menggelisahkan sebagai reaksi umum dari ketidakmampuan mengatasi suatu masalah atau tidak adanya rasa aman. Perasaan yang tidak menentu tersebut pada umumnya tidak menyenangkan yang nantinya akan menimbulkan atau disetrai perubahan fisiologis dan psikologis (Kholil Rochman, 2004).

Menurut Namora Lumongga Lubis (2009), kecemasan adalah tanggapan dari suatu ancaman nyata ataupun khayal. Individu mengelami kecemasan karena adanya ketidakpastian dimasa mendatang. Kecemasan dialami ketika berfikir tenanting sesuatu yang tidak menyenangkan yang terjadi. Sedangkan menurut Siti Sundari (2004), kecemasan merupakan suatu keadaan yang menggoncangkan karena adanya ancamab terhadap kesehatan.

Kecemasan adalah rasa khawatir, takut yang tidak jelas sebabnya. Kecemasan juga merupakan kekuatan yang besar dalam menggerakkan tingkah laku, baik tingkah lau yang menyimpang maupun yang terganggu. Kedua-duanya merupakan pernyataan, penampilan, penjelmaan dari pertahanan terhadap kecemasan tersebut (Gunarsa, 2008).

Kesimpulan yang dapat diambil dari beberapa pendapat diatasas yaitu kecemasan adalah rasa takut atau khawatir pada situasi yang sangat mengancam yang dapat menyebabkan kegelisahan karena adanya ketidakpastian dimasa yang akan dating serta ketakutan bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi.

>> Gejala Kecemasan

Kecemasan adalah suatu keadaan yang menggoncangkan karena adanya ancaman terhadap kesehatan. Individu-individu yang tergolong normal kadang kala mengalami kecemasan yang Nampak sehingga dapat disaksikan pada penampilan yang berupa gejala-gejala fisik maupun mental. Gejala tersebut lebih jelas pada individu yang mengalami gangguan mental. Lebih jelas lagi bagi individu yang mengidap penyakit mental parah.

Gejala-gejala yang bersifat fisik diantaranya adalah jari tangan dingin, detak jantung mekin cepat, berkeringat dingin, kepala pusing, nafsu makan berkurang, tidur tidak nyenyak, dada sesak. Sedangkan gejala yang bersifat mental yaitu ketakukan merasa akan ditimpa bahaya, tidak dapat memusatkan perhatian, tidak tentram, ingin lari dari kenyataan (Sundari, 2004).

Menurut Kaplan dkk (2007), Kecemasan juga memiliki kharakteristik berupa munculnya perasaan takut dan kehati-hatian atau waspada yang tidak jelas dan tidak menyenangkan. Gejala-gejala kecemasan yang muncul dapat berbeda pada masing-masing individu. Takut dan cemas merupakan dua emosi yang berfungsi sebagai tanda adanya suatu bahaya. Rasa takut muncul jika terdapat ancaman yang jelas atau nyata, berasal dari lingkungan, dan tidak menimbulkan konflik bagi individu. Sedangkan kecemasan muncul jika bahaya berasal dari dalam diri sendiri, tidak jelas, atau menyebabkan konflik bagi individu.

Kecemasan berasal dari perasaan tidak sadar yang berada didalam kepribadian sendiri, dan tidak berhubungan dengan objek yang nyata atau keadaan yang benar-benar ada. Kholil Lur Rochman, (2010) mengemukakan beberapa gejala-gejala dari kecemasan antara lain :

  1. Ada saja hal-hal yang sangat mencemaskan hati, hampir setiap kejadian menimbulkan rasa takut dan cemas. Kecemasan tersebut merupakan bentuk ketidakberanian terhadap hal-hal yang tidak jelas.
  2.  Adanya emosi-emosi yang kuat dan sangat tidak stabil. Suka marah dan sering dalam keadaan exited (heboh) yang memuncak, sangat irritable, akan tetapi sering juga dihinggapi depresi.
  3.  Diikuti oleh bermacam-macam fantasi, delusi, ilusi, dan delusion of persecution (delusi yang dikejar-kejar).
  4.  Sering merasa mual dan muntah-muntah, badan terasa sangat lelah, banyak berkeringat, gemetar, dan seringkali menderita diare.
  5. Muncul ketegangan dan ketakutan yang kronis yang menyebabkan tekanan jantung menjadi sangat cepat atau tekanan darah tinggi.

Nevid Jeffrey S, Spencer A, & Greene Beverly (2005:164) mengklasifikasikan gejala-gejala kecemasan dalam tiga jenis gejala, diantaranya yaitu :

  1. Gejala fisik dari kecemasan yaitu : kegelisahan, anggota tubuh bergetar, banyak berkeringat, sulit bernafas, jantung berdetak kencang, merasa lemas, panas dingin, mudah marah atau tersinggung.
  2. Gejala behavioral dari kecemasan yaitu : berperilaku menghindar, terguncang, melekat dan dependen.
  3. Gejala kognitif dari kecemasan yaitu : khawatir tentang sesuatu, perasaan terganggu akan ketakutan terhadap sesuatu yang terjadi dimasa depan, keyakinan bahwa sesuatu yang menakutkan akan segera terjadi, ketakutan akan ketidakmampuan untuk mengatasi masalah, pikiran terasa bercampur aduk atau kebingungan, sulit berkonsentrasi.

>> Faktor-faktor Penyebab Kecemasan

Kecemasan sering kali berkembang selama jangka waktu dan sebagian besar tergantunga pada seluruh pengalaman hidup seseorang. Peristiwaperistiwa atau situasi khusus dapat mempercepat munculnya serangan kecemasan. Menurut Savitri Ramaiah (2003:11) ada beberapa faktor yang menunujukkan reaksi kecemasan, diantaranya yaitu :

a.      Lingkungan: Lingkungan atau sekitar tempat tinggal mempengaruhi cara berfikir individu tentang diri sendiri maupun orang lain. Hal ini disebabkan karena adanya pengalaman yang tidak menyenangkan pada individu dengan keluarga, sahabat, ataupun dengan rekan kerja. Sehingga individu tersebut merasa tidak aman terhadap lingkungannya.

b.      Emosi yang ditekan: Kecemasan bisa terjadi jika individu tidak mampu menemukan jalan keluar untuk perasaannya sendiri dalam hubungan personal ini, terutama jika dirinya menekan rasa marah atau frustasi dalam jangka waktu yang sangat lama

c.       Sebab-sebab fisik: Pikiran dan tubuh senantiasa saling berinteraksi dan dapat menyebabkan timbulnya kecemasan. Hal ini terlihat dalam kondisi seperti misalnya kehamilan, semasa remaja dan sewaktu pulih dari suatu penyakit. Selama ditimpa kondisi-kondisi ini, perubahan-perubahan perasaan lazim muncul, dan ini dapat menyebabkan timbulnya kecemasan.

Zakiah Daradjat (Kholil Lur Rochman, 2010:167) mengemukakan beberapa penyebab dari kecemasan yaitu :

a.      Rasa cemas yang timbul akibat melihat adanya bahaya yang mengancam dirinya. Kecemasan ini lebih dekat dengan rasa takut, karena sumbernya terlihat jelas didalam pikiran

b.      Cemas karena merasa berdosa atau bersalah, karena melakukan hal-hal yang berlawanan dengan keyakinan atau hati nurani. Kecemasan ini sering pula menyertai gejala-gejala gangguan mental, yang kadang-kadang terlihat dalam bentuk yang umum.

c.       Kecemasan yang berupa penyakit dan terlihat dalam beberapa bentuk. Kecemasan ini disebabkan oleh hal yang tidak jelas dan tidak berhubungan dengan apapun yang terkadang disertai dengan perasaan takut yang mempengaruhi keseluruhan kepribadian penderitanya. 

Kecemasan hadir karena adanya suatu emosi yang berlebihan. Selain itu, keduanya mampu hadir karena lingkungan yang menyertainya, baik lingkungan keluarga, sekolah, maupun penyebabnya. Musfir Az-Zahrani (2005), menyebutkan faktor yang memepengaruhi adanya kecemasan yaitu:

  1. Lingkungan keluarga: Keadaan rumah dengan kondisi yang penuh dengan pertengkaran atau penuh dengan kesalahpahaman serta adanya ketidakpedulian orangtua terhadap anak-anaknya, dapat menyebabkan ketidaknyamanan serta kecemasan pada anak saat berada didalam rumah.
  2. Lingkungan Sosial: Lingkungan sosial adalah salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kecemasan individu. Jika individu tersebut berada pada lingkungan yang tidak baik, dan individu tersebut menimbulkan suatu perilaku yang buruk, maka akan menimbulkan adanya berbagai penilaian buruk dimata masyarakat. Sehingga dapat menyebabkan munculnya kecemasan.

Kecemasan timbul karena adanya ancaman atau bahaya yang tidak nyata dan sewaktu-waktu terjadi pada diri individu serta adanya penolakan dari masyarakat menyebabkan kecemasan berada di lingkungan yang baru dihadapi (Patotisuro Lumban Gaol, 2004: 24). Sedangkan Page (Elina Raharisti Rufaidah, 2009), menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan adalah :

  1. Faktor fisik: Kelemahan fisik dapat melemahkan kondisi mental individu sehingga memudahkan timbulnya kecemasan.
  2. Trauma atau konflik: Munculnya gejala kecemasan sangat bergantung pada kondisi individu, dalam arti bahwa pengalaman-pengalaman emosional atau konflik mental yang terjadi pada individu akan memudahkan timbulnya gejala-gejala kecemasan.
  3. Lingkungan awal yang tidak baik: Lingkungan adalah faktor-faktor utama yang dapat mempengaruhi kecemasan individu, jika faktor tersebut kurang baik maka akan menghalangi pembentukan kepribadian sehingga muncul gejala-gejala kecemasan.

>> Jenis- Jenis kecemasan

Kecemasan merupakan suatu perubahan suasana hati, perubahan didalam dirinya sendiri yang timbul dari dalam tanpa adanya rangsangan dari luar. Mustamir Pedak (2009) membagi kecemasan menjadi tiga jenis kecemasan yaitu :

  1. Kecemasan Rasional: Merupakan suatu ketakutan akibat adanya objek yang memang mengancam, misalnya ketika menunggu hasil ujian.Ketakutan ini dianggap sebagai suatu unsur pokok normal dari mekanisme pertahanan dasariah kita.
  2. Kecemasan Irrasional: Yang berarti bahwa mereka mengalami emosi ini dibawah keadaankeadaan spesifik yang biasanya tidak dipandang mengancam.
  3. Kecemasan Fundamental: Kecemasan fundamental merupakan suatu pertanyaan tentang siapa dirinya, untuk apa hidupnya, dan akan kemanakah kelak hidupnya berlanjut. Kecemasan ini disebut sebagai kecemasan eksistensial yang mempunyai peran fundamental bagi kehidupan manusia.

Sedangkan Kartono Kartini (2006: 45) membagi kecemasan menjadi dua jenis kecemasan, yaitu :

  1. Kecemasan Ringan: Kecemasan ringan dibagi menjadi dua kategori yaitu ringan sebentar dan ringan lama.Kecemasan ini sangat bermanfaat bagi perkembangan kepribadian seseorang, karenakecemasan ini dapat menjadi suatu tantangan bagi seorang individu untuk mengatasinya.Kecemasan ringan yang muncul sebentar adalah suatu kecemasan yang wajar terjadi padaindividu akibat situasi-situasi yang mengancam dan individu tersebut tidak dapat mengatasinya, sehingga timbul kecemasan. Kecemasan ini akan bermanfaat bagi individu untuk lebihberhati-hati dalam menghadapi situasi-situasi yang sama di kemudian hari.Kecemasan ringan yang lama adalah kecemasan yang dapat diatasi tetapi karena individu tersebut tidak segera mengatasi penyebab munculnya kecemasan, maka kecemasan tersebutakan mengendap lama dalam diri individu.
  2. Kecemasan Berat: Kecemasan berat adalah kecemasan yang terlalu berat dan berakar secara mendalam dalam diriseseorang. Apabila seseorang mengalami kecemasan semacam ini maka biasanya ia tidakdapat mengatasinya. Kecemasan ini mempunyai akibat menghambat atau merugikanperkembangan kepribadian seseorang. Kecemasan ini dibagi menjadi dua yaitu kecemasanberat yang sebentar dan lama.Kecemasan yang berat tetapi munculnya sebentar dapat menimbulkan traumatis padaindividu jika menghadapi situasi yang sama dengan situasi penyebab munculnya kecemasan.Sedangakan kecemasan yang berat tetapi munculnya lama akan merusak kepribadian individu. Halini akan berlangsung terus menerus bertahun-tahun dan dapat meruak proses kognisiindividu. Kecemasan yang berat dan lama akan menimbulkan berbagai macam penyakitseperti darah tinggi, tachycardia (percepatan darah), excited (heboh, gempar)

>> Gangguan Kecemasan

Gangguan kecemasan merupakan suatu gangguan yang memiliki cirri kecemasan atau ketakutan yang tidak realistik, juga irrasional, dan tidak dapat secara intensif ditampilkan dalam cara-cara yang jelas. Fitri Fauziah & Julianty Widuri (2007) membagi gangguan kecemasan dalam beberapa jenis, yaitu :

a.      Fobia Spesifik yaitu suatu ketakutan yang tidak diinginkan karena kehadiran atau antisipasi terhadap obyek atau situasi yang spesifik

b.      Fobia Sosial merupakan suatu ketakutan yang tidak rasional dan menetap, biasanya berhubungan dengan kehadiran orang lain. Individu menghindari situasi dimana dirinya dievaluasi atau dikritik, yang membuatnya merasa terhina atau dipermalukan, dan menunjukkan tanda-tanda kecemasan atau menampilkan perilaku lain yang memalukan.

c.       Gangguan Panik, Gangguan panik memiliki karakteristik terjadinya serangan panik yang spontan dan tidak terduga. Beberapa simtom yang dapat muncul pada gangguan panik antara lain ; sulit bernafas, jantung berdetak kencang, mual, rasa sakit didada, berkeringat dingin, dan gemetar. Hal lain yang penting dalam diagnosa gangguan panik adalah bahwa individu merasa setiap serangan panik merupakan pertanda datangnya kematian atau kecacatan.

 d.      Gangguan Cemas Menyeluruh (Generalized Anxiety Disorder) Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah kekhawatiran yang berlebihan dan bersifat pervasif, disertai dengan berbagai simtom somatik, yang menyebabkan gangguan signifikan dalam kehidupan sosial atau pekerjaan pada penderita, atau menimbulkan stres yang nyata.

Sedangkan Sutardjo Wiramihardja (2005) membagi gangguan kecemasan yang terdiri dari :

a.      Panic Disorder: Panic Disorder ditandai dengan munculnya satu atau dua serangan panic yang tidak diharapkan, yang tidak dipicu oleh hal-hal yang bagi orang lain bukan merupakan masalah luar biasa. Ada beberapa simtom yang menandakan kondisi panik tersebut, yaitu nafas yang pendek, palpilasi (mulut yang kering) atau justru kerongkongan tidak bisa menelan, ketakutan akan mati, atau bahkan takut gila.

b.      Agrophobia: yaitu suatu ketakutan berada dalam suatu tempat atau situasi dimana ia merasa bahwa ia tidak dapat atau sukar menjadi baik secara fisik maupun psikologis untuk melepaskan diri. Orang-orang yang memiliki agrophobia takut pada kerumunan dan tempat-tempat ramai. 

>> Dampak Kecemasan

Rasa takut dan cemas dapat menetap bahkan meningkat meskipun situasi yang betul-betul mengancam tidak ada, dan ketika emosi-emosi ini tumbuh berlebihan dibandingkan dengan bahaya yang sesungguhnya, emosi ini menjadi tidak adaptif. Kecemasan yang berlebihan dapat mempunyai dampak yang merugikan pada pikiran serta tubuh bahkan dapat menimbulkan penyakit-penyakit fisik (Cutler, 2004).

Yustinus Semiun (2006:321) membagi beberapa dampak dari kecemasan kedalam beberapa simtom, antara lain :

a.      Simtom suasana hati: Individu yang mengalami kecemasan memiliki perasaan akan adanya hukuman dan bencana yang mengancam dari suatu sumber tertentu yang tidak diketahui. Orang yang mengalami kecemasan tidak bisa tidur, dan dengan demikian dapat menyebabkan sifat mudah marah.

b.      Simtom kognitif: Kecemasan dapat menyebabkan kekhawatiran dan keprihatinan pada individu mengenai hal-hal yang tidak menyenangkan yang mungkin terjadi. Individu tersebut tidak memperhatikan masalah-masalah real yang ada, sehingga individu sering tidak bekerja atau belajar secara efektif, dan akhirnya dia akan menjadi lebih merasa cemas.

c.       Simtom motor: Orang-orang yang mengalami kecemasan sering merasa tidak tenang, gugup, kegiatan motor menjadi tanpa arti dan tujuan, misalnya jari-jari kaki mengetuk-ngetuk, dan sangat kaget terhadap suara yang terjadi secara tiba-tiba. Simtom motor merupakan gambaran rangsangan kognitif yang tinggi pada individu dan merupakan usaha untuk melindungi dirinya dari apa saja yang dirasanya mengancam. Kecemasan akan dirasakan oleh semua orang, terutama jika ada tekanan perasaan ataupun tekanan jiwa.

Menurut Savitri Ramaiah (2005) kecemasan biasanya dapat menyebabkan dua akibat, yaitu :

  1. Kepanikan yang amat sangat dan karena itu gagal berfungsi secara normal atau menyesuaikan diri pada situasi. Gagal mengetahui terlebih dahulu bahayanya dan mengambil tindakan pencegahan yang mencukupi.

Dari beberapa pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa kecemasan adalah rasa takut atau khawatir pada situasi yang sangat mengancam karena adanya ketidakpastian dimasa mendatang serta ketakutan bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi. Kecemasan tersebut ditandai dengan adanya beberapa gejala yang muncul seperti kegelisahan, ketakutan terhadap sesuatu yang terjadi dimasa depan, merasa tidak tenteram, sulit untuk berkonsentrasi, dan merasa tidak mampu untuk mengatasi masalah. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah, kecemasan timbul karena individu melihat adanya bahaya yang mengancam dirinya, kecemasan juga terjadi karena individu merasa berdosa atau bersalah karena melakukan hal-hal yang berlawanan dengan keyakinan atau hati nurani. Dari beberapa gejala, faktor, dan definisi diatas, kecemasan ini termasuk dalam jenis kecemasan rasional, karena kecemasan rasional merupakan suatu ketakutan akibat adanya objek yang memang mengancam. Adanya berbagai macam kecemasan yang dialami individu dapat menyebabkan adanya gangguan-gangguan kecemasan seperti gangguan kecemasan spesifik yaitu suatu ketakutan yang tidak diinginkan karena kehadiran atau antisipasi terhadap objek atau situasi yang spesifik. Sehingga dapat menyebabkan adanya dampak dari kecemasan yang berupa simtom kognitif, yaitu kecemasan dapat menyebabkan kekhawatiran dan keprihatinan pada individu mengenai hal-hal yang tidak menyenangkan yang mungkin terjadi. Individu tersebut tidak memperhatikan masalah-masalah real yang ada, sehingga individu sering tidak bekerja atau belajar secara efektif, dan akhirnya dia akan menjadi lebih merasa cemas.

>> Pengobatan

Jika ada bentuk yang ringan Gad adalah terapi terapan, yang mengajarkan, Bagaimana untuk menyingkirkan cemas pikiran. Terapi termasuk:

1.      Terapi perilaku kognitif: Terapis pekerjaan adalah untuk, untuk mengubah pola pikir pasien, yang memungkinkan Anda untuk lebih mudah menanggapi situasi, yang mengkhawatirkan. Hal ini dapat mengurangi gejala kecemasan.

2.      Terapi perilaku: Terapis mengajarkan teknik relaksasi pasien, termasuk pernapasan glubokmu, relaksasi otot dan visualisasi. Menjelajahi bagaimana rasslableniââ dapat membantu pasien mengontrol kecemasan. Melainkan, bereaksi dengan kecemasan dan ketegangan, pasien yang belajar untuk tetap tenang. Dokter juga dapat mengekspos pasien untuk dampak yang kecil, yang menyebabkan kecemasan dan ketegangan. Ini akan memungkinkan untuk melakukan terapi dan langsung mengamati pasien dalam tidak menguntungkan bagi lingkungan.

Kelompok dukungan: Bergabung dengan kelompok self-help atau dukungan ini sering sangat berguna. Bentuk dukungan memungkinkan Anda untuk berbagi pengalaman dan belajar, bagaimana orang lain telah diatasi dengan GAD.

Biofeedback: Biofeedback bekerja dengan melampirkan sensor untuk tubuh. Terapis yang mencoba untuk menangkap sinyal dari tubuh, rangsangan, dan menentukan pengobatan, untuk mengurangi kecemasan.

 1.      Terapi Obat-Obatan

Obat bisa diresepkan untuk gejala, yang parah dan mengganggu pekerjaan. Obat dapat membantu meringankan gejala. Penting untuk dicatat, bahwa mengambil obat-obatan yang banyak tidak dapat tiba-tiba dihentikan, penghapusan mereka harus secara bertahap. Anda harus berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum Anda berhenti minum obat apapun. Obat-obatan dapat mencakup:

  • Benzodiazepin — untuk bersantai tubuh dan mengganggu tegangan dalam menanggapi mengganggu pikiran. Obat-obat ini harus diambil di bawah kendali, karena mereka dapat menyebabkan kecanduan; Obat-obatan untuk mengurangi kecemasan:
  • Buspirone — obat penenang, yang didasarkan pada;
  • Alprazolam — dapat ditunjuk untuk jangka waktu yang pendek;
  • Antidepresan (paling sering inhibitor reuptake serotonin [SSRI’S]) — untuk mengendalikan pikiran gelisah. Beberapa antidepresan dapat menyebabkan kerusakan pada perubahan suasana hati dan perilaku, termasuk pikiran bunuh diri pada beberapa pasien (langka);
  • Beta blocker-dapat digunakan, untuk mengurangi gejala fisik kecemasan

>> Pencegahan

Saat ini, metode untuk pencegahan gangguan kecemasan umum tidak diketahui. Deteksi dini dan pengobatan dapat mengurangi risiko komplikasi parah psikologis. Beberapa bukti menunjukkan, bahwa olahraga dapat mengurangi gejala gangguan kecemasan umum. Untuk lebih jauh mengurangi gejala kecemasan, hal ini diperlukan untuk menghindari kafein, nikotin, dan berlebihan penggunaan obat-obatan untuk pilek.

(Sumber: dari berbagai jurnal tentang Kecemasan & Gangguan Kecemasan)

0

“TALK ABOUT”

  1. Talk about the first time you watched your favorite movie.
  2. Talk about your first kiss.
  3. Talk about the person you’ve had the most intense romantic feelings for.
  4. Talk about the thing you regret most so far.
  5. Talk about the best birthday you’ve had.
  6. Talk about the worst birthday you’ve had.
  7. Talk about your biggest insecurity.
  8. Talk about the thing you are most proud of.
  9. Talk about little things on your body that you like the most.
  10. Talk about the biggest fight you’ve ever had.
  11. Talk about the best dream you’ve ever had.
  12. Talk about the worst dream you’ve ever had.
  13. Talk about the best things you ever had.
  14. Talk about a vacation.
  15. Talk about the time you were most content in life.
  16. Talk about the best party you’ve ever been to.
  17. Talk about someone you want to be friends with.
  18. Talk about something that happened in elementary school.
  19. Talk about something that happened in middle school.
  20. Talk about something that happened in high school.
  21. Talk about a time you had to turn someone down.
  22. Talk about your worst fear.
  23. Talk about a time someone turned you down.
  24. Talk about something someone told you that meant a lot.
  25. Talk about an ex-best friend.
  26. Talk about things you do when you’re sick.
  27. Talk about your favorite part of someone else’s body.
  28. Talk about your fetishes.
  29. Talk about what turns you on.
  30. Talk about what turns you off.
  31. Talk about what you think death is like.
  32. Talk about a place you remember from your childhood.
  33. Talk about what you do when you are sad.
  34. Talk about the worst physical pain you’ve endured.
  35. Talk about things you wish you could stop doing.
  36. Talk about your guilty pleasures.
  37. Talk about someone you thought you were in love with.
  38. Talk about songs that remind you of certain people.
  39. Talk about things you wish you’d known earlier.
  40. Talk about the end of something in your life.
0

Pengingat 2

“orang-orang yang bersabar tidak otomatis hidupnya seindah definisi sabar tersebut. Dimata banyak orang, boleh jadi hidupnya biasa saja, menyedihkan malah.

Orang-orang yang jujur, tidak selalu hidupnya jadi semegah definisi jujur tersebut. Di mata banyak orang, bolh jadi hidupnya biasa saja, menyedihkan malah. Di mata banyak orang, bolh jadi hidupnya patut dikasihani, miskin sekali.

Tapi sesungguhnya, hidup ini bukan soal yang terlihat dimata orang-orang. Hidup ini adalah kebahagiaan. Dan jelas, kebahagiaan selalu bersemayam dalam hati masing-masing. Kitalah yang tahu persis bahagia atau tidak, bukan orang lain.

Kemudian, hidup tidak akan tertukar seperjuta mili.”

(Dikutip dari Tere Liye Darwis)

0

Sabar

“Air itu sabar sekali sifatnya. Ketem batu, ia berbelok. Ketemu lorong sempit, ia masuk sedikit demi sedikit. Ketemu bendungan, ia bersabar, terus mengumpulkan teman-temannya. Sesekali terlampaui bibir bendungan, ia mengalir lagi..

Air hanya memastikan bahwa ia pasti mengalir ke tempat yang lebih rendah. Tidak ada yang bisa menghalangi takdir hidupnya tersebut..”

“Selalu beruntung..

Mengomel-ngomel, mengeluh kemana-mana, tapi tetap sabar maka ia tetap bersabar meski levelnya rendah.

Menggerutu, menghela nafas sebal tapi tetap sabar, maka itupun, apalagi, tetap bersabar. Walaupun tingkatnya juga rendah.

Diam, mematung, membatu, membeku, tidak mengeluh, tapi bersabar, maka ini jelas termasuk bersabar. Meski levelnya tetap biasa saja.

Berusaha kecil-kecilan, sedikit-sedikit sambil terus bersabar, maka ini sesungguhnya jelas bersabar. Tapi levelnya belum paripurna.

Mengisi waktu, memperbaiki diri, berusaha sebanyak mungkin sambil senantiasa bersabar dengan riang, maka inilah bersabar dengan tingkat yang sangat tinggi.

Sesungguhnya beruntunglah yang tiba pada titik ini. bersabar baginya memang selalu beruntung..”

(Dikutip dari Tere Liye Darwis)

il_fullxfull.319606722