0

#Catatan

Untuk apa yang terjadi hari ini…

Hidup bagaikan sebuah lembaran yang menunggu warna-warni untuk membuatnya lebih indah.

Kita dilahikan dengan lembaran putuh yang bersih.diantara mereka ada yang merubahnya menjadi hutam, ada pula yang menjaganya tetap putih. Sedikit sekali orang yang mewarnai lembaran mereka dengan warna kehidupan.

Mari kita berjalan mengelilingi warna-warna kehidupan di sekeliling kita. Warna-warna yang tidak biasa seperti yang lainnya.

Warnailah hidupmu dengan warna OPTIMIS, KESENANGAN, dan KEBAHAGIAAN.

Betapa indahnya hidup dengan warna yang jauh dari hitam dan gelap.

Ketika kamu melewati kesempitan, jangan bersedih dan mengasingkan diri dalam kesedihan.

Hancurkanlah pengasinganmu dan mulailah mewarnai hidupmu dengan kesenangn.

Ketika kamu menghiasi hidupmu, ingatlah seseorang yang kamu cintai dan muliakan.

Ingatlah segala hal yang menyenagkan, saat bersamanya..

Didekatnya..

Mulailah melukiskan lembaran yang indah dalam anganmu, yang dipenuhi persaan indah dan hangat…

Kamu akan tersenyum tanpa merasakannya…

Ketika kamu mengalami kegagalan dalam usahamu, jangan berhenti dan membiarkan kegagalan itu membelenggu dirimu.

Robeklah belenggu itu! Dan mulailah melukis lembaran keberhasilan dengan warna kegagalanmu.

Ketika orang lain menyakitimu dan melukai hatimu, janganlah menodai hati dengan perasaan dendam…

Hapuslah kejelekannya dengan warna toleransi.

Saat kamu bosan,  janganla duduk dengan meletakkan tangan di pipimu..

Nyalakan hidupmu, bahkan semua orang di sekelilingmu dengan warna pembaharuan…

Rubahlah duniamu dengan dipenuhi warna terang untuk memperbaharui langitmu..

Kamu telah berubah……

Banjirilah langit dengan warna-warna dan terangnya yang elok.

Ketika hidupmu didobrak oleh keadaan-keadaan yang sulit dan kamu ditinggalkan dihadapannya dengan keadaan yang lemah dan lesu..

Ketika kamu menutupi kebahagiaan dan membuka hidupmu yang dipenuhi dengan kesedihan..

Ketika kehidupan kejam terhadapmu, kesedihan dan kepediah menahanmu..

Pada hal-hal tersebut, janganlah kamu berhanti dan mengunci pntu-pintu dirimu serta mengenakan baju yang hitam..

Lihatlah hidup dari jendela yang berwarna..

Kamu akan dapati dunia ini luas, silau, dan indah.

Kamu akan dapati kehidupan yang hebat dengan semua warna-warna di setiap harinya..

Ia adalah lembaran dari lembara-lembaran hidup kita..

Lembaran hidupmu saja!

Pilihlah warna-warnannya dan bersenang-senanglah..

Janganlah kamu tinggalkan keadaan dan orang-orang yang akan mempengaruhi warnanya..

Niscaya ia akan merusak keindahan warna-warna.

Maka kehidupan kita semua adalah lembaran yang tidak akan sempurna kecuali dengan perjalanan kita!

Maka, pilihlah warna-warna yang indah untuk melukisnya dan memperindahnya supaya orang lain setelah kita dapat melihatnya…

tumblr_lisi6vv9ev1qdbbywo1_500

Dikutip dari La Tahzan for Women; Jangan Bersedih Wahai Muslimah, Nikmatilah Hidupmu! – BAB: Warnailah Hidup dengan Optimis, Kesenangan dan Kebahagiaan. Karya: Nabil bin Muhammad Mahmud.

0

#Catatan

Banyak orang yang nemutup akun Facebook (FB)-nya karena beberapa alas an, dan saya tidak terpikirkan untuk menutup akun FB saya. Alasannya adalah dengan FB kita bisa menemukan teman lama/teman masa kecil/ teman dekat lainnya yang ingin kita temui atau untuk menjalin hubungan komunikasi. Dan kejadian semalam semakin mengurungkan niat saya untuk tidak men-nonaktif-kan akun FB saya.

Semalam saya “bertemu” dengan teman masa kecil saya/tetangga saya/teman main saya di FB. Walaupun hanya “bertemu” di FB, tapi rasanya senang sekali.

Namanya Gusde. Dulu kita tinggal di komleks perumahan yang sama. Bersekolah di Sekolah Dasar (SD) yang sama (walupun dia adik kelas saya), selalu main bersama, dan kakaknya, Niten, adalah sahabat perempuan saya satu-satunya saat masih kecil. Kita tinggal sekomples dari kelas 2 SD sampai kelas 2 SMP. Karena orang tua kita pindah tempat tugas (Saya dan keluarga ke Sulawesi Tenggara, dia dan keluarganya ke Bali) kita jadi benar-benar “lost contact” sejak saat itu. Kita tidak pernah saling berhubungan satu sama lain, bahkan melalui telepon.

Dari percakapan melalui “chatting” FB, sekarang dia sedang pendidikan Akademi Militer di Magelang. Sudah 4 tahun, tinggal beberapa bulan lagi dia bakal resmi jadi Perwira TNI-AD. Saat dengar itu rasanya ikutan senang karena salah satu sahabat masa kecil saya telah sukses apalagi ngikutin jejak Ayahnya yang juga seorang Tentara Nasional Indonesia – Angkatan Darat. Dilihat dari foto-foto FB nya, dia tampak berubah (yailah kan sudah gede…hehe), makin gagah, apalagi dengan pakaian militernya.

Sebenarnya tentang dirinya saya tidak begitu penasaran, yang saya ingin tahu adalah kabar sahabat saya yang tidak lain adalah kakak kandunnya, yaitu Niten. Dari chatting singkat semalam, keadaan Niten bak-baik saja. Sekarang dia masih di Bali dan masih kuliah. Kata Gusde, dia lagi kuliah buat jadi guru 🙂 Oh…berarti Niten calon guru.. :). Pas dengar itu, saya senang sekali. Kabar dan kehidupannya baik-baik saja (……… emg yg selama ini yg ada dipikiran lo kehidupannya hancur??? Lol kidding). Awalnya saya kira Niten sudah menikah, ternya belum juga (sama kayak eike 😛 ). hmm..

Sayangnya informasi yang saya dapatkan dari dia tentang Niten sangat sedikit. Pengen nanya lebih banyak lagi, tapi kebanyakan nanya, takutnya sok akrab (soalnya baru ketemu lagi setelah berbelas2 tahun). Jadi saya memutuskan untuk menanyakannya lagi lain kali jika ada kesempatan. Nama FB nya itu yang utama yang saya pengen tahu supaya bisa liat gimana wujud Niten yang sekarang. Soalnya selama ini gambaran Niten yang ada di dalam pikiranku masih yang versi kecilnya hehe 🙂

Daaaan.. semoga dengan FB, kita dapat bekomunikasi dengan orang lain yang ingin kita temui walupun kita tidak bisa bertemu secara langsung. Atau, mungkin dengan FB, kita bisa bertemu secara langsung dengan orangnya. 🙂

0

Hati-hati dalam berucap!

“Because even the smallest of words can be the ones to hurt you, or save you.” – Natsuki Takaya

Bisa saja hanya dengan satu kata, seseorang menyakiti hati orang lain. Bahkan dia tidak mengetahui ternyata kata yang ia lontarkan telah menyakiti hati orang lain tersebut atau tidak.

“Apakah dia mengira hanya bercanda dan tidak berfikir tentang perasaan orang lain?”

atau “dia tahu dan sengaja mengatakannya untuk mempermalukan orang yang menjadi objeknya??”

“ataukah dia pura-pura tidak tahu bahwa itu akan menyakiti hati orang lain???”

Dan satu kata yang telah dilontarkan seseorang, entah dia tahu atau tidak tahu akan menyakiti perasaan.

Jadi ingat kata AA Gym, “hati akan selalu resah dan tak tenang jika selalu memperdulikan omongan orang terhadap dirikita. hanya kepada Allah lah kita bergantung dan peduli akan apa kehendaknya, Insya Allah akan tenang dan damai.”
Semoga saya terus belajar dengan apa yang saya dapatkan yang terjadi dalam hidupku ini, agar bisa menjadi manusia yang selalu memperbaiki diri untuk menjadi lebih baih dari waktu ke waktu..
Aamiin..
2x
Sampingan
0

Rasanya seperti tertusuk oleh busur panah. Busur panah yang ditembakkan oleh bayanganmu sendiri. Kenapa bayangan itu selalu mengikutiku setiap langkah saat ku melangkah bahkan ketika disinari dari segala arah? Kenapa bayangan itu selalu membuntuti kita ketika kita mencoba untuk melangkah? Memang, bukan namanya bayangan jikalau ia tidak membayangi kita.

Seperti ada teropong yang terus menyornti kita. Seperti ada kamera yang selalu merekam segalanya yang kita lakukan bersama, padahal itu hanya percobaan yang kita lakukan.

Saya benci bayangan itu. Sangat benci.

Jika tidak ada bayangan itu, mungkin kita telah menari-nari mengelilingi angkasa ini dengan taburan bintang yang berkilau.

Mungkin cara terbaik untuk menghilangkan bayangan itu adalah melupakannya. 😥