0

Sabar

“Air itu sabar sekali sifatnya. Ketem batu, ia berbelok. Ketemu lorong sempit, ia masuk sedikit demi sedikit. Ketemu bendungan, ia bersabar, terus mengumpulkan teman-temannya. Sesekali terlampaui bibir bendungan, ia mengalir lagi..

Air hanya memastikan bahwa ia pasti mengalir ke tempat yang lebih rendah. Tidak ada yang bisa menghalangi takdir hidupnya tersebut..”

“Selalu beruntung..

Mengomel-ngomel, mengeluh kemana-mana, tapi tetap sabar maka ia tetap bersabar meski levelnya rendah.

Menggerutu, menghela nafas sebal tapi tetap sabar, maka itupun, apalagi, tetap bersabar. Walaupun tingkatnya juga rendah.

Diam, mematung, membatu, membeku, tidak mengeluh, tapi bersabar, maka ini jelas termasuk bersabar. Meski levelnya tetap biasa saja.

Berusaha kecil-kecilan, sedikit-sedikit sambil terus bersabar, maka ini sesungguhnya jelas bersabar. Tapi levelnya belum paripurna.

Mengisi waktu, memperbaiki diri, berusaha sebanyak mungkin sambil senantiasa bersabar dengan riang, maka inilah bersabar dengan tingkat yang sangat tinggi.

Sesungguhnya beruntunglah yang tiba pada titik ini. bersabar baginya memang selalu beruntung..”

(Dikutip dari Tere Liye Darwis)

il_fullxfull.319606722