#Pengingat: SHALAT KETIKA DADA TERASA SEMPIT

Shalat merupakan penyejuk mata, membawa kebahagiaan, dan kegembiraan.

Benarlah bila shalat bagi suatu kamu merupakan ketenangan dan ketentraman. Shalat membawa rasa aman dan damai, bahkan ia merupakan kenikmatan yang luar biasa., kesenangan yang banyak, sehinngga Nabi Muhammad SAW bersabda, “dan dijadikan bagiku yang dapat menyejukkan pandanganku dalam shalat.” (HR. Ahmad dalam musnadnya no. 13758 dengan sanad hasan).

Suatu ketika orang-orang mulia terdahulu dikelilingi malapetaka. Lalu mereka mendirikan shalat, maka ALLAH SWT pun segera menghilangkan malapetaka atas diri mereka.

Terjadi pula sejarah kaum Afdzadz, ketika mereka dirundung masalah, dan wajah mereka terlihat murung. Lalu mereka segera mendirikan shalat dengan khusyuk. Maka kekuatan, keinginan, dan semangat mereka kembali berkobar.

Shalat khauf diwajibkan untuk melewati masa yang genting. Tatkala korban berjatuhan, hilangnya nyawa dengan tepasan pedang tajam, maka yang paling kokoh dan mendatangkan ketenangan hanyalah shalat yang khusyuk.

Shalat merupakan penolong yang tak pernah luntur, bekal yang tak pernah berkurang, penolong untuk memperbaharui kekuatan, dan bekal untuk kebutuhan hati.

Bila kita renungkan. Shalat lima waktu yang dilaksanakan sehari semalam merupakan lautan keagungan dan kenikmatan. Shalat merupakan penghapus dosa dan pengangkat derajat disisi ALLAH SWT. Shalat merupakan obat yang ampuh bagi setiap tragedi yang menimpa, obat mujarab bagi setiap penyakit, penuang kesucian keyakinan diri dan memenuhi ruang dengan keridhaan.

Adapun mereka yang jauh dari mesjid dan suka meninggalkan shalat, maka keruhlah kehidupan mereka. Jika senantiasa diselimuti kesedihan dari satu kesulitan pada kesulitan yang lain, sebagimana firman ALLAH SWT, “dan orang-orang yang kafir, maka celakalah mereka, dan ALLAH menghapus segala amalnya.” (QS. Muhammad [47]: 8).

Shalat merupakan ruh dan embun kesegaran, dan tempat berteduh ketika hijrah. Shalat merupakan sentuhan lembut bagi hati yang lelah dan bakhil. Shalat juga merupakan bekal perjalanan dan sebagai support bagi jiwa.

Shalat dapat menghidupkan hati, membuka hati, pengikat ikatan, memudahkan urusan, pemberi cahaya, melahirkan kemuliaan, penghibur, ketenangan, dan kedamaian.

Shalat merupakan kediaman bagi hati, ketenangan jiwa, rasa amansaat dating rasa takut yang tiba-tiba, sebagai pengokoh setelah rasa takut dan bimbang. Sebagaimana dirasakan Urwah bin Zubair ketika terkena kanker kulit pada kakinya. Para tabib mengisyaratkan untuk memotong kakinya agar penyakit tersebut tidak menyebar keseluruh tubuh.

Maka ia pun mendekatkan diri kepada ALLAH SWT. Pada saat itulah mereka memotong kulitnya dengan pisau, memotong tulangnya dengan gergaji, namun ia khusyuk tanpa berpaling. Kemudian kakinya dimasukkan dalam minyak panas yang dipakai untuk mengeringkan lukanya. Setelah satu jam lamanya, ia pun selesai dari shalat dan bertanya, “apakah kalian sudah selesai?”

Itulah shalat yang dapat menghilangkan kesedihan, melapangkan dada, dan mengikatkan diri dengan ALLAH SWT. Shalat bukan bukan sekedar ucapan yang dilantunkan lidah, tanpa pemahaman akal, dan tanpa khusyuk dalam hati. Shalat bukan pula gerakan yang dilakukan anggota tubuh belaka, bukan seperti shalat orang-orang yang tergesa-gesa, begitu cepat seperti patukan ayam.

Shalat yang dilakukan orang-orang shaleh seperti Abu Muslim Al-Khaulani atau Ibrahim At-Taimi inilah, shalat yang dapat menghilangkan kesedihan. Sampai-sampai ketika sujud dan hinggaplah burung dipunggungnya, ia seperti batang pohon. Atau Abdullah bin Zubair, ketika sujud hinggaplah burung-burung di punggungnya dan burung-burung itu mengira ranting pohon.

Shalat yang dapat menghilangkan kesedihan. Seperti shalat Hatim bin Al-Asham, yang ditanya, “bagaimana Anda Shalat?, Ia menjawab, “aki tunaikan perintah, berjalan dengan tenang, memasukkan niat, mengagungkan-Nya, membaca dengan tartil, ruku dengan khusyuk, sujud dengan tawadhu’, mengucapkan salam dengan sunnah, dan aku serahlan shalat itu dengan ikhlas kepada ALLAH SWT. Dan aku pun merasa takut, bila shalatku tidak diterima.”

Maka benar dalam mendirikan shalat, niscaya Dia akan menghilangkan segala kesedihan, dan membaguskan derajad Anda di akhirat.

sujud-shalat-2

(Dikutip dari: La Tahzan for Women, Karya Nabil bin Muhammad Mahmud)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s