Sampingan
2

Saya tidak pernah mendengar suaramu. Saya tidak pernah berceritra dengan mu. Saya bahkan tidak pernah melihat sosokmu..

Tapi entah mengapa rasanya hati ini sangat merindukanmu..

Kakek..

Saya senang mengenalmu, walaupun caraku mengenalmu hanya melalui cerita dari ayah. Mengenal sifatmu melalui untayan kata yang dituturkan oleh ayah. Mengenalmu hanya dari apa yang engkau wariskan kebaikan pada anakmu, ayahku.
Kakek..mungkin engkau telah lama tiada, tapi sosokmu yang sederhana nan soleh yang mengantarkan anak dan cucu mu mengikuti jejakmu akan terus terkenang.

Ayahku dan anak-anak kakek yang lainnya serta cucu-cicitmu sangat bangga mempunyai sosok kakek sepertimu.

Taukah kamu, Kek, sosokmu yang terbayang olehku sama dengan sosok ayah yang saya miliki saat ini. Sosok yang soleh, sederhana, sabar, penyayang, pelindung, pembimbing, bijaksana, dsbg.

Air mata ini tidak henti-hentinya mengalir mengenangmu.

Semoga Allah SWT senantiasa mengampuni dosa-dosamu selama di dunia dan memberi tempat yang sebaik-baiknya di sisi ALLAH SWT.. Aamiin..

2 thoughts on “Ayah dari Ayah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s