Keterjangkauan Tarif Pelayanan Kesehatan

Keterjangakauan merupakan salah satu syarat pokok pelayanan kesehatan. Keterjangkauan yang dimaksud disini adalah dari sudut biaya. Untuk mewujudkan keadaan seperti ini harus dapat diupayakan biaya kesehatan diharapkan sesuai dengan kemampuan ekonomi masyarakat pelayanan kesehatan yang mahal dan karena itu hanya dapat dinikmati oleh sebagian kecil masyarakat saja, bukan pelayanan kesehatan yang baik  (Azwar, 1996).

Tarif menurut Trisnantoro (2004) nilai suatu jasa pelayanan yang didetapkan denegan ukuran sejumlah uang berdasarkan pertimbangan bahwa dengan nilai uang tersebut sebuah rumah sakit bersedia memberikan jasa kepada pasien. Menurut Mulyadi (2002), mendefinisikan tarif atau harga suatu produk/jasa sebagai interaksi antara jumlah demand dan supply di pasar. Interaksi ini jika dituliskan dengan grafik, maka akan terjadi perpotongan antara garis demand dan garis supply. Garis perpotongan tersebut merupakan titik keseimbangan antara demand dan supply, yang kita sebut sebagai  titik harga atau tarif.

Tarif adalah sebagian atau seluruh biaya penyelenggara pelayanan kesehatan di Rumah Sakit atau Puskemas yang dibebankan kepada  pasien sebagai imbalan jasa atas pelayan yang diterima. Pengertian tarif tidaklah sama dengan harga. Sekalipun keduanya menunjuk pada besarnya biaya yang harus dikeluarkan oleh konsumen, tetapi pengertian tarif ternyata lebih terkait pada besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk memperoleh jasa pelayanan, sedangkan penghargaan harga lebih terkait pada besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk memperoleh barang (Thabrany, 2002).

Tarif rumah sakit merupakan suatu elemen yang amat esensial bagi rumah sakit yang tidak dibiayai penuh oleh pemerintah atau pihak ketiga. Rumah sakit swasta, baik yang bersifat mencari laba maupun yang nirlaba harus mampu mendapatkan biaya untuk membiayai segala aktifitasnya dan untuk dapat terus memberikan pelayanan kepada masyarakat sekitarnya. Rumah sakit pemerintah yang tidak mendapatkan dana yang memadai untuk memberikan pelayanan secara cuma-cuma kepada masyarakat, juga harus menentukan tarif pelayanan. Di Indonesia, praktis seluruh Rumah Sakit, apakah itu RS umum ataupun RS perusahaan atau RS swasta, harus mencari dana yang memadai untuk membiayai pelayanannya. Jadi semua rumah sakit di Indonesia, harus mampu menetapkan suatu tarif pelayanan (Thabrany, 2002).

Efek inflasi terhadap demand terjadi melalui perubahan-perubahan pada tarif pelayanan kesehatan.jumlah pendapatan keluarga, dan asuransi kesehatan. Faktor ini harus diperhatikan karena ketika inflasi tinggi ataupun pada saat resesi ekonomi, demand terhadap pelayanan kesehatan akan terpengaruh (Trisnantoro, 2005).

Menurut (Thabrany, 2002), Ada tiga hal penting di dalam mempertahankan kehidupan rumah sakit dengan penetapan tarif yaitu:

  1. Memenuhi Total Kebutuhan Biaya, TKB, (Total Financial Requirement) sebuah rumah sakit. Apa yang dimaksud dengan TKB tidak lain adalah besarnya biaya yang dibutuhkan sebuah rumah sakit untuk dapat bertahan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dalam perakteknya, tiap rumah sakit dapat mempertahan kehidupannya dari dua sumber utama yaitu dari penerimaan funsional (jasa pelayanan) dan dari sumbangan atau penerimaan lain.
  2. Tujuan yang kedua adalah mematuhi peraturan pemerintah. Dimanapun di dunia, rumah sakit sarat dengan peraturan pemerintah yang bertujuan memproteksi rakyat banyak dari kesulitan mendapatkan pelayanan rumah sakit yang dinilai esensial atau kebutuhan pokok. Sayangnya di Indonesia, pelayanan kesehatan belum dimasukkan kedalam salah satu bahan kebutuhan pokok.
  3. Mampu bersaing dengan Rumah Sakit lain. Dalam beberapa hal kita dapat melihat bahwa ada rumah sakit umum dan ada Rumah Sakit swasta yang membagi pangsa pasar. Dalam perakteknya, RSU dan RS swasta bisa menjadi pesaing satu dengan yang lainnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s