Hubungan Personal Hygiene dengan Kanker Leher Rahim

Personal hygiene adalah berasal dari bahasa yunani yaitu personal yang artinya perorangan dan hygiene yang berarti sehat. Kebersihan seseorang adalah suatu tindakan untuk memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk kesejahtraan fisik dan psikis.

Personal hygiene adalah upaya kesehatan dengan cara memelihara dan melindungi kebersihan individu dan lingkungannya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kebersihan daerah kewanitaan meliputi kebiasaan memakai sembarang sabun dan membasuh vagina, pemilihan pakaian dalam yakni memakai pakaian dalam yang ketat dan berbahan sintetis, sering menggunakan WC umum, serta kebiasaan membilas vagina dari arah yang salah yaitu dari arah anus ke arah depan vagina (Wikipedia, 2012).

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa personal hygiene dapat mempengaruhi terjadinya perubahan keasaman didaerah vagina.  Ketidakseimbangan PH vagina dipicu oleh dua hal yaitu faktor ekstern dan faktor intern.  Faktor intern antara lain dipicu oleh pil kontrasepsi yang mengandung estrogen, trauma akibat pembedahan, terlalu lama menggunakan antibiotik, kortikosteroid dan imunosupresan pada penderita asma dan kanker.  Sedangkan faktor ekstern antara lain kurangnya personal hygiene yang ditandai dengan sering menggunakan pakaian dalam yang ketat, menggunakan WC umum yang tercemar bakteri Chlamydia (Prasetyowati, dkk, 2009).

Masalah tentang kanker leher rahim sangat menjadi perhatian bersama terutama bagi kaum wanita karena sangat penting dan dampaknya luas mencakup berbagai kehidupan dan menjadi parameter terhadap khalayak ramai masyarakat terutama wanita. Di Indonesia banyak wanita yang mengalami kanker leher rahim karena hawa di tanah air lembab sehingga mudah terinfeksi jamur candida yang menyebabkan kanker leher rahim (Nurhayati,dkk. 2010).

Bau busuk dan penggetahan vagina kadang-kadang disebabkan oleh keringat, tampon yang tertinggal, darah lama infeksi, infeksi lipatan kulit, semen dan smegma lama dan gangguan lain yang sejenis. karena keinginan besar (normal) untuk menghindari timbulnya bau busuk dan penggetahan, banyak wanita menggunakan bedak khusus, deodorant, obat pembersih, dan produk lain yang diperdagangkan. Produk-produk ini tidak hanya menyebabkan wanita membuang uang percuma tetapi juga membahayakan. Antiseptik dan deodorant yang digunakan disekitar vulva menyebabkan luka-luka dan iritasi, alergi dan ruam. ironisnya antiseptik dan deodorant tersebut malah dapat menyebabkan kanker leher rahim (Sukartia,2012).

Motivasi dapat mempengaruhi seseorang melakukan perawatan daerah kewanitaan. Motivasi tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berasal dari dalam diri dan luar diri seseorang. Motivasi akan meningkat apabila faktor-faktor yang mempengaruhi bernilai baik. Dalam hal ini jika personal Hygiene yang dilakukan dengan benar dapat mengurangi resiko terjadinya kanker leher rahim bagi kaum wanita. Pada prinsipnya tidak dibenarkan membersihkan rambut di daerah kewanitaan dengan cara mencabutnya, sebab apabila kita mencabut rambut kemaluan maka akan timbul lubang pada bekas cabutan tersebut dan hal ini dapat menjadi jalan masuk bagi kuman/bakteri dan jamur yang dapat mengakibatkan timbulnya iritasi sehingga dapat menyebabkan terjadinya kanker leher rahim (Inong, 2008).

Beberapa faktor yang mempengaruhi praktek Personal Hygiene Menurut L.Green bahwa perilaku kesehatan di pengaruhi oleh :

  • Faktor Pendahulu

faktor pendahulu adalah yang terwujud dalam pengetahuan, sikap, keyakinan, nilai-nilai dan sebagainya dari seseorang.

  • Faktor Pemungkin

Faktor pemungkin adalah faktor yang meningkatkan tingkat pendapatan dan ketersediaan sarana kebersihan.

  • Faktor penguat

faktor penguat adalah faktor yang dipengaruhi oleh teman sebaya, media massa, dan dari pembinaan tenaga kesehatan.

Dari analisa green dalam Sukartia 2012, bahwa perilaku kesehatan dipengaruhi oleh faktor predisposisi yang terwujud dalam pengetahuan, sikap dan tindakan yang dapat dijabarkan sebagai berikut.

  • Pengetahuan

Pengetahuan seseorang tentang hubungan personal hygiene dengan kanker leher rahim merupakan hasil tahu dan ini terjadi setelah seseorang melakukan penginderaan terhadap personal hygiene dengan kejadian kanker leher rahim, penginderaan terjadi melalui panca indera manusia yaitu penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga.

  • Sikap

Sikap terhadap kanker leher rahim merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap materi tentang kanker leher rahim. Sikap secara nyata menunjukkan konotasi adanya reaksi terhadap stibulus tertentu, yang dalam kehidupan sehari-hari merupakan reaksi yang bersifat emosional terhadap stimulus social. sikap terhadap personal hygiene dengan kejadian kanker leher rahim merupakan kesiapan untuk bereaksi terhadap pengetahuan tentang personal hygiene dengan kejadian kanker leher rahim sebagai suatu penghayatan terhadap pengetahuan tersebut.

  • Tindakan

Suatu sikap yang baik terhadap kejadian kanker leher rahim belum otomatis terwujud dalam suatu tindakan. Untuk terwujudnya sikap agar menjadi suatu perbuatan diperluka faktor pendukung atau suatu kondisi yang memungkinkan. Tindakan terhadap personal hygiene dengan kejadian kanker leher rahim merupakan reaksi atau respon dari sikap tentang personal hygiene dengan kejadian kanker leher rahim sebagai suatu respon terhadap sikap tersebut (Sukartia, 2012).

Kebersihan organ reproduksi bagian luar merupakan bagian dari kebersihan diri.  Kebiasaan ini perlu ditanamkan sejak kecil, dimulai dari cara membersihkan organ genitalia sesudah BAK (Buang Air Kecil) dan BAB (Buang Air Besar) yang benar yaitu dari arah depan ke belakang.  Hal ini dilakukan untuk mencegah berpindahnya kuman dari anus ke vagina.  Selain itu, area vagina harus selalu dalam keadaan kering, karena kelembaban dapat menyebabkan kuman, bakteri, dan jamur tumbuh subur sehingga sering kali berlanjut menyebabkan kanker leher rahim (Soekodo dalam Hidayati, dkk 2010).

Dalam faktor personal hygiene yaitu kebiasaan penggunaan WC umum banyak mengakibatkan berbagai penyakit yaitu salah satunya adalah kejadian kanker leher rahim. Kebiasaan menggunakan WC umum cukup beresiko dikarenakan virus HPV (Human Papilloma Virus) yang akan menyebabkan iritasi dan kemudian meningkat dengan sendirinya jika tidak ada penanggulangan sedini mungkin dalam kasus ini. Sesuai pendapat Bustan (2007), bahwa kejadian kanker leher rahim salah satunya dipengaruhi oleh personal hygiene organ genital kurang. Semakin baik kondisi personal hygiene organ genital seseorang maka resiko kejadian kanker leher rahim lebih rendah dibandingkan dengan responden dengan personal hygiene organ genital buruk.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s