ASI Eksklusif

1.      Pemberian ASI Eksklusif

Secara alamiah, seorang ibu mampu menghasilkan Air Susu Ibu (ASI) segera setelah melahirkan. Air Susu Ibu (ASI) diproduksi oleh alveoli yang merupakan bagian hulu dari pembuluh kecil air susu. Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan yang paling cocok bagi bayi karena mempunyai nilai gizi yang paling tinggi dibandingkan dengan makanan bayi yang dibuat oleh manusia ataupun susu yang berasal dari hewan seperti susu sapi, susu kerbau, atau susu kambing. Pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara penuh sangat dianjurkan oleh ahli gizi diseluruh dunia. Tidak satupun susu buatan manusia (susu formula) dapat menggantikan perlindungan kekebalan tubuh seorang bayi, seperti yang diperoleh dari susu kolostrum (Wijayanti,W. 2009).

Air Susu Ibu (ASI) turut memberikan perlindungan terhadap diare. Tidak memberikan  Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif secara penuh selama 4 sampai 6 bulan. Pada bayi yang tidak diberi Air Susu Ibu (ASI) resiko untuk menderita diare lebih besar dari pada bayi yang diberi Air Susu Ibu (ASI) penuh dan kemungkinan menderita dehidrasi berat juga lebih besar. Pada bayi yang baru lahir, pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara penuh mempunyai daya lindung 4 kali lebih besar terhadap diare dari pada pemberian Air Susu Ibu ASI yang disertai dengan susu formula.

Idealnya bayi yang diberi Air Susu Ibu (ASI) eksklusif tidak terkena diare karena Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan alami yang ideal bagi bayi dan sesuai dengan kondisi sistem pencernaan bayi yang belum matur (pada bayi 0-6 bulan) sehingga tidak menyebabkan alergi pada bayi. Namun ada juga bayi yang diberi Air Susu Ibu (ASI) eksklusif terkena diare baik jarang maupun sering. Hal ini biasa terjadi karena beberapa faktor baik dari bayi maupun perilaku ibu. Penyebab diare dari faktor bayi adalah adanya infeksi baik di dalam ataupun di luar saluran pencernaan baik itu infeksi bakteri, virus, maupun infeksi parasit. Perilaku ibu juga dapat menyebabkan meningkatnya resiko terjadinya diare seperti tidak mencuci tangan setelah buang air besar dan sesudah membuang tinja anak atau sebelum makan dan menyuapi anak (Proverwati,A, dan Rahmawati, E, 2012).

Air Susu Ibu (ASI) mengandung sebagian besar air sebanyak 87,5%, oleh karena itu bayi yang mendapat cukup  Air Susu Ibu (ASI) tidak perlu lagi mendapat tambahan air walaupun berada di tempat yang mempunyai suhu udara panas.

a)      Kolostrum

Kolostrum merupakan Air Susu Ibu (ASI) yang keluar pada saat kelahiran sampai hari ke-4 atau ke-7. Kolostrum kaya akan zat antibodi terutama IgA. Selain itu, di dalam kolostrum terdapat lebih dari 50 proses pendukung perkembangan imunitas termasuk faktor pertumbuhan dan perbaikan jaringan. Kolostrum mengandung sel darah putih dan protein imunoglobulin pembunuh kuman dalam jumlah paling tinggi. Kolostrum dihasilkan pada saat sistem pertahanan tubuh bayi paling rendah. Jadi dapat dianggap bahwa kolostrum adalah imunisasi pertama yang diterima oleh bayi. Disamping banyaknya zat anti bodi yang terkandung, kolostrum juga mengandung banyak faktor imunosupresif yang mencegah terjadinya stimulasi berlebih akibat masuknya antigen dalam jumlah yang besar.

b)        Komposisi  Air Susu Ibu (ASI) yang terkait dengan sistem imunitas

Sistem imun adalah mekanisme yang digunakan tubuh untuk mempertahankan keutuhan tubuh sebagai perlindungan terhadap bahaya yang ditimbulkan oleh berbagai bahan dalam lingkungannya. Air Susu Ibu (ASI) mengandung dalam jumlah tinggi tidak hanya vitamin A saja tapi juga bahan bakunya yaitu beta karoten. Vitamin A selain berfungsi untuk kesehatan mata, juga berfungsi untuk mendukung pembelahan sel, kekebalan tubuh, dan pertumbuhan.

Air Susu Ibu (ASI) mengandung berbagai zat yang berfungsi sebagai pertahanan nonspesifik maupun spesifik. Pertahanan nonspesifik diperankan oleh sel seperti makrofag dan neutrofil serta produknya dan faktor protektif larut, sedangkan sel spesifik oleh sel limfosit dan produknya. Sel limfosit T merupakan 80% dari sel limfosit yang terdapat dalam Air Susu Ibu (ASI). Sel limfosit T dapat menghancurkan kapsul bakteri E.coli dan mentransfer kekebalan selular dari ibu ke bayi yang disusuinya.

c)           Penggunaan Air Susu Ibu (ASI) secara Tepat

Air Susu Ibu (ASI) betapapun baik mutunya sebagai makanan bayi, tapi belumlah merupakan jaminan bahwa gizi selalu baik, kecuali apabila Air Susu Ibu (ASI) tersebut diberikan secara tepat dan benar ibu tidak dapat melihat berapa banyak Air Susu Ibu (ASI) yang telah masuk ke perut bayi  Untuk mengetahui banyaknya produksi Air Susu Ibu (ASI), beberapa kriteria yang dapat dipakai sebagai patokan untuk mengetahui jumlah Air Susu Ibu (ASI) cukup atau tidak yaitu: Air Susu Ibu yang banyak dapat merembes keluar melalui puting, sebelum disusukan payudara merasa tegang, dan berat badan naik dengan memuaskan sesuai dengan umur.

4 thoughts on “ASI Eksklusif

    • yup, masih ada rumah sakit yang melakukan seperti itu/ pusat pelayanan kesehatan lainnya. Mereka melakukan hal itu biasanya karena ada ‘kontrak’ diantara mereka (demi mendapatkan keuntungan bagi kedua belah pihak). Ironis ya, RS yang dipenuhi dengan ahli-ahli kesehatan malah bertingkah laku macam bukan petugas kesehatan🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s