Konsumsi Tablet Fe Selama Masa Kehamilan

Kusumah (2009) menambahkan, Zat besi adalah komponen utama dari hemoglobin yang bekerja mengangkut oksigen dalam darah. Selama kehamilan, suplai darah meningkat untuk memberikan nutrisi ke janin. Suplemen besi yang dibutuhkan adalah 30-50 mg/hari dan disarankan pada ibu hamil dengan hemoglobin <10 atau 10,5 g/dl pada akhir kehamilan.

Saat hamil, kebutuhan zat besi meningkat dua kiali lipat dari kebutuhan sebelum hamil. Hal ini terjadi karena selama hamil, volume darah meningkat sampai 50%, sehingga perlu lebih banyak zat besi unuk membentuk hemoglobin. Selain itu, pertumbuhan janin dan plasenta yang sangat pesat juga memerlukan zat besi. dalam keadaan hamil, suplemen zat besi dari makanan belum mencukup sehingga dibutuhkan suplemen berupa tablet besi.

1.      Kebutuhan Fe selama masa kehamilan

Kebutuhan Fe (zat besi) pada masa wanita hamil yaitu rata-rata mendekati 800 mg. Kebutuhan ini terdiri dari 300 mg diperlukan untuk janin, dan plasenta serta 500 mg lagi digunakan untuk meningkatkan massa haemoglobin maternal. Kurang lebih 200 mg lebih untuk dieksresikan lewat usus, urin, dan kulit. Makanan ibu hamil setiap 100 kalori akan menghasilkan sekitar 8-10 mg zat besi. Perhitungan makan 3 kali dengan 25000 kalori akan menghasilkan sekitar 20-25 mg zat besi setiap hari. Selama kehamilan dengan perhitungan 288 hari, ibu hamil akan menghasilkan sebanyak 100 mg sehingga kebutuhan zat besi masih kurang untuk wanita hamil.

Naibaho (2011) menambahkan, kebutuhan ibu hamil akan Fe meningkat (untuk pembentukan plasenta dan sel darah merah) sebesar 200-300%. Perkiraan besaran zat besi yang perlu ditimbun selama hamil ialah 1040 mg. Dari jumlah ini, 200 mg Fe tertahan oleh tubuh ketika melahirkan dan 840 mh sisanya hilang. Sebanyak 300 mg Fe ditransfer ke janin, dengan 50-75 mg untuk pembentukan plasenta, 450 mg untuk menambah jumlah darah merah, dan 200 mg lenyap ketika melahirkan.

Besarnya angka kejadian anemia ibu hamil pada trimester I kehamilan adalah 20%, trimester II sebesar 70%, dan trimester III sebesar 70%. Hal ini disebebkan karena pada trimester pertama kehamilan, zat besi yang dibutuhkan sedikit karena terjadi menstruasi dan pertumbuhan janin masih lambat. Menginjak trimester kedua hingga ketiga, volume darah dalam tubuh wanita akan meningkat sampai 35%, ini ekuivalen dengan 450 mg zat besi untuk memproduksi sel-sel darah merah. Sel darah merah harus mengangkut oksigen lebih banyak untuk janin. Sedangkan saat melahirkan, perlu tambahan besi 300-350 mg akibat kehilangan darah. Sampai saat melahirkan, wanita hamil butuh zat besi sekitar 40 mg perhari atau dua kali lipat kebutuhan kondisi tidak hamil (Saribu, 2006).

Penyerapan besi dipengaruhi oleh banyak faktor. Protein hewani dan vitamin C meningkatkan penyerapan. Kopi, teh, garam kalsium, magnesium, dan fitat dapat mengikat Fe sehingga mengurangi jumlah serapan. Karena itu, sebaiknya tablet Fe ditelan bersama dengan makanan yang dapat memperbanyak jumlah serapan, sementara makanan yang mengikat Fe sebaiknya dihindari, atau tidak dimakan dalam waktu bersamaan. Disamping itu, penting pula diingat, tambahan besi sebaiknya diperoleh dari makanan, karena tablet Fe terbukti dapat meningkatkan kadar seng dalam serum.

2.      Pemberian Tablet Fe Untuk Mencegah Anemia dalam Kehamilan

a.      Tablet Besi (Fe)

Tablet besi (Fe) adalah tablet yang berisi 60 mg elemental iron dan 0,25 mg asam folat setiap tablet.  Fe merupakan unsur yang sangat penting dalam pembentukan hemoglobin, yaitu senyawa warna merah yang terdapat dalam sel darah merah yang digunakan untuk mengangkut oksigen dan karbon dioksida dalam tubuh. Banyaknya besi yang dimanfaatkan untuk pembentukan hemoglobin umumnya 20-25 mg perhari. Besi dalam makanan yang dikonsumsi berada dalam bentuk ikatan feri (umumnya dalam pangan nabati) maupun ikatan ferro (umumnya dalam pangan hewani). Besi yang terbentuk ferri oleh getah lambung, diredukusi menjadi ferro yang lebih mudah diserap oleh sel mukosa usus. Adanya vitamin C juga dapat membantu proses peduksi tersebut.

Saribu (2008) juga menambahkan bahwa pada waktu hamil, kebutuhan mineral yang terpenting adalah zat besi (fe), karena pengaruhnya yang besar dalam kehamilan dan persalinan. Kebutuhan zat besi pada ibu hamil cukup tinggi yang diperlukan untuk janin, plasenta juga adanya proses retensi air atau pertambahan cairan 40% dalam tubuh ibu yang sedang hamil. Keperluasan ibu hamil terhadap zat besi (Fe) tidak cukup dari makanan sehari-hari, untuk itu perlu tambahan tablet penambah darah.

Suplementasi zat besi adalah salah satu upaya dalam penanggulangan anemia, yang dilengkapi dengan asam folat dan sekaligus dapat mencegah dan menanggulangi anemia akibat kekurangan asam folat. Program suplementasi zat besi pada ibu hamil dilaksanakan dengan pemberian asam besi folat pada ibu hamil telah dilaksanakan di seluruh Indonesia sejak tahun 1975 dalam rangka pencegahan dan penanggulangan. Pada ibu hamil, pemberian tablet besi untuk pencegahan anemia dengan Hb < 11 g% yaitu 1 tablet besi (60 mg elemen iron dan 0,25 mg asam folat) per hari selama 90 hari, mulai pemberian pertama ibu hamil memeriksakan kehamilannya K1.

Memberikan preparat besi yaitu fero sulfat, fero glukonat, atau Na-fero bisirat. Pemberian preparat 60 mg/hari dapat menaikan kadar Hb sebanyak 1 gr% per bulan. Program nasional menganjurrkan kombinasi 60% mg besi dan 50 nanogram asam folat untuk profilaksis anemia (Saifuddin, 2002 dalam Silalahi, 2007).

Upaya prevensi belum diprogramkan secara menyeluruh baru diberikan suplement/preparat ferro kepada para ibu hamil yang memeriksakan diri ke Puskesmas, Rumah sakit dan dokter. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Departemen Kesehatan antara lain pemberian tablet besi pada ibu hamil secara rutin selama jangka waktu tertentu untuk meningkatkan kadar hemoglobin secara tepat. Tablet besi untuk ibu hamil sudah tersedia dan telah didistribusikan ke seluruh provinsi dan pemberiannya dapat melalui Puskesmas, puskesmas pembantu, Posyandu dan Bidan di Desa (Sediaoetomo, 2000 dalam Farida, 2007).

Kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe diukur dari ketepatan jumlah tablet yang dikonsumsi, ketepatan cara mengkonsumsi, frekuensi konsumsi perhari. Suplementasi besi atau pemberian tablet Fe merupakan salah satu upaya penting dalam mencegah dan menanggulangi anemia, khususnya anemia kekurangan zat besi. Suplemen besi merupakan cara efektif karena kendungan besinya yang dilengkapi dengan asam folat yang sekaligus dapat mencagah anemia karena kekurangan asam folat (Depkes, 2009).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s