Kehamilan

Kehamilan adalah suatu masa dimulai terjadinya pembuahan (konsepsi) sampai lahirnya anak. Pembuahan terjadi setelah hubungan badan dimana sperma dari suami akan membuahi sel telur istri. Sel telur yang sudah dibuahi akan menmpel pada dinding rahim, kemudian tumbuh dan berkembang sampai mencapai 9 bulan atau 40 minggu (Pasaribu, 2005).

Selama masa kehamilan terjadi pembentukan jaringan-jaringan baru melalui beberapa tahap tertentu. Jaringan-jaringan yang terbentuk tumbuh dan berkembang dalam janin, meliputi janin serta jaringan-jaringan lain yang berfungsi sebagai pendukung yang mampu menjaga kelangsungan hidup janin. Jaringan ini meliputi plasenta, amnion, yolk sac, dan chorion (Herdiansyah dan Martianto, 1992 dalam Tristianti, 2006).

Kehamilan menyebabkan meningkatnya metabolisme energi, sehingga kebutuhan energi dan zat besi lainnya meningkat selama kehamilan. Peningkatan energi dan zat gizi tersebut diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin, pertambahan besarnya organ kandungan, perubahan komposisi dan metabolisme tubuh ibu sehingga zat gizi yang diperlukan saat hamil dapat meyebabkan janin tumbuh tidak sempurna. Bagi ibu hamil, pada dasarnya semua zat gizi memerlukan penambahan, namun yang sering kali memjadi kekuarangan adalah energi protein dan beberapa mineral seperti zat besi dan kalsium (Rahman, 2009).

Menurut Rahman (2009), kebutuhan energi untuk kehamilan yang normal perlu tambahan kira-kira 80.000 selama masa kurang lebih 280 hari. Hal ini berarti perlu tambahan energi sebanyak kurang lebih 300 kalori setiap hari selama masa kehamilan. Energi yang tersembunyi dalam protein ditaksir sebnyak 5180 Kkal, dan lemak 36.337 Kkal. Agar energi ini bisa ditabung, maka dibutuhkan tambahan enargi sebanyak 26.244 Kkal, yang digunakan untuk mengubah energi yang terikat dalam makanan menjadi energi yang bisa dimetabolisir. Dengan demikian, jumlah total energi yang harus disediakan salama masa kehamilan adalah 74.537 Kkal, diibulatkan menjadi 80.000 Kkal. Untuk memperoleh besaran energi per hari, hasil penjumlahan ini kemudian dibagi dengan angka 250 (perkiraan lamanya kehamilan dalam hari) sehingga diperoleh angka 300 Kkal. Kebutuhan energi pada trimester I meningkat secara minimal, kemudian pada sepanjang trimester II dan trimester III kebutuhan energi terus meningkat hingga akhir kehamilan. Energi tambahan selama trimester II diperlukan untuk memekarkan jaringan ibu, seperti penambahan volume darah, pertumbuhan uterus dan payudara, serta penumpukan lemak. Selama trimester III energi tambahan digunakan untuk pertumbuhan janin dan plasenta (Rahman, 2009).

1.      Tanda dan Gejala Kehamilan

Wanita hamil terdapat beberapa tanda atau gejala kehamilan, antara lain (Winkjosastro, 1991 dalam Pasaribu, 2005):

Amenorea (tidak dapat haid). Gejala ini sengat penting karena umumnya wanita hamil tidak dapat haid lagi.

  1. Nausea (Enek) dan emesis (muntah). Terjadi umumnya pada bulan-bulan pertama kehamilan, kadang-kadang disertai muntah. Sering terjadi pada  pagi hari, tetapi bila terlalu sering dapat mengabaikan gangguan kesehatan (hiperemesis grevidarum).
  2. Mamma menjadi tegang dan besar, hal ini disebebkan oleh pengaruh estrogen dan progesteron yang merangsang duktuli dan aveoli di mamma.
  3. Sering kencing, terjadi karena kandung kencing pada bulan-bulan pertama kehamilan tertekan oleh uterus yang mulai membesar.
  4. Obstipasi terjadi karena tonus otot menurun disebebkan oleh pengaruh hormon teroid.
  5. Pigmentasi kulit terjadi pada kehamilan 12 minggu keatas.
  6. Varises sering dijumpai pada triwilan terakhir.

2.      Suplemen yang dianjurkan selama kehamilan

Menurut Hidayat (2009) dalam Zebua (2011), terdapat beberapa suplemen yang dianjurkan untuk dikonsumsi selama masa kehamilan, adalah sebagai berikut:

  1. Asam folat

Asam folat yang dikonsumsi sebelum hamil dan selama kehamilan melindungi dari gangguan syaraf pada janin (anensefali, spina bifida). Wanita hamil disarankan mengkonsumsi asam folat 400 µg/hari selama 12 minggu kehamilan karena kebutuhan asam folat tidak dapat dipenuhi hanya dari makanan.

  1. Zat Besi.

Zat besi adalah komponen utama dari hemoglobin yang bekerja mengangkut oksigen di dalam darah. Selama kehamilan suplai darah meningkat untuk memberikan nutrisi ke janin. Suplemen besi yang dibutuhkan 30-50 µg/hari dan disarankan pada wanita hamil dengan hemoglobin <10 atau 10,5 g/dl pada akhir kehamilan. Selain suplemen, zat besi juga terkandung pada daging, telur, kacang, sayuran hijau, gandum, dan buah-buahan kering. Suplemen besi sebaiknya dikonsumsi antara waktu makan dengan perut yang kosong atau diikuti dengan mengkonsumsi jus jeruk untuk meningkatkan penyerapan.

  1. Kalsium

Kalsium penting dalam mengatur kekuatan tulang wanita hamil dan pertumbuhan tulang bagi janin. Kalsium yang disarankan sebanyak 1.200 mg untuk memenuhi kebutuhan ibu dan janin. Kalsium sebaiknya dikonsumsi ketika sedang makan, diikuti dengan jus buah yang kaya akan Vitamin C untuk meningkatkan penyerapan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s