Sampingan
0

Rasanya seperti tertusuk oleh busur panah. Busur panah yang ditembakkan oleh bayanganmu sendiri. Kenapa bayangan itu selalu mengikutiku setiap langkah saat ku melangkah bahkan ketika disinari dari segala arah? Kenapa bayangan itu selalu membuntuti kita ketika kita mencoba untuk melangkah? Memang, bukan namanya bayangan jikalau ia tidak membayangi kita.

Seperti ada teropong yang terus menyornti kita. Seperti ada kamera yang selalu merekam segalanya yang kita lakukan bersama, padahal itu hanya percobaan yang kita lakukan.

Saya benci bayangan itu. Sangat benci.

Jika tidak ada bayangan itu, mungkin kita telah menari-nari mengelilingi angkasa ini dengan taburan bintang yang berkilau.

Mungkin cara terbaik untuk menghilangkan bayangan itu adalah melupakannya.😥

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s