Dinginnya Udara Pagi vs Hangatnya Sinar Matahari Pagi

Ketika melihat kabut, rasa sejuk merasuk hingga ke sanubari. Samar-samar memandang, tapi perasaan nyaman terasa. Walaupun cuacanya dingin sampai menembus tulang dan angin berhembus kencang, tapi hati ini terasa sejuk seolah semua permasalahan yang dihadapi hilang entah kemana..

Memandang embun pagi dengan samar-samar melihat sinar matahari. Mencari cahayanya untuk menghangatkan tubuh yang kedinginan karena kesepian. Mengejar sinar itu untuk membakar kulit ini agar terasa hangat walaupun harus menembus kedinginan yang menusuk-nusuk kulit. Masih terus mengejar..berusaha menggapainya.

Ketika orang lain menyukai hujan, saya malah mencintai matahari. Ketika orang lain gembira ketika bau hujan berhembus, saya sangat senang ketika melihat sinar mentari. Sangat bertolak belakang dengan kebanyakan orang, tapi saya menikmatinya🙂

Ketika berdiri di bawah sinar matahari, rasa itu seperti damai. Perasaan yang tidak bisa diungkapkan. Sinar itu memembus kulit dan mengubah pro vitamin D, menjadi vitamin D. Sungguh ajaib. Subhanallah..

Begitu pula dengan kabut. Samar-samar ketika melihat, tapi kita mendapatkan perasaan sejuk. Entah kenapa saya begitu menyukainya.

Kadang juga sebal dengan begitu dingin dan sangat panas. Serasa ingin tetap menyetel mereka pada suhu yang tepat, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Tapi tetap disyukuri kok apa yang diberikan sama Yang Maha Kuasa.

Keduanya berada pada waktu yang berbeda tetapi kadang bersamaan.

Semoga sinar matahari selalu menerangiku dan kesejukan embun selalu berada disanubari..
Aamiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s